Thursday, August 31, 2017

MAKALAH TENTANG LEBAH DALAM PERSPEKTIF ALQURAN DAN IPTE

LEBAH

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi
Tugas mata kuliah : Al-Qur’an dan Iptek
Dosen Pengampu : Luthfiyah, M.Ag



Disusun oleh:
Kelompok 7 PAI 3-B

1.    Imam Ahmad Taufiq                    (133111065)
2.    Devia Rizqi Agustina                   (133111066)
3.    Rizqi Hidayatusshoimah              (133111067)
4.    Wardah Ainur Rizqi                     (133111068)
5.    Nor Faizah                                    (133111069)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2014
I.     LATAR BELAKANG
Al-Qur’an merupakan sumber hukum yang pertama. Didalam Al-Qur’an banyak sekali memuat tentang kehidupan ini termasuk alam. Banyak dari Al-Qur’an yang memberikan sebuah gambaran yang menunjukkan keEsaan-Nya. Hal itu dibuktikan dengan kesesuaian antara yang diisyaratkan oleh Al-Qur’an dengan berbagai penemuan-penemuan para ilmuwan, Meskipun tidak secara detail dan jelas.
Dalam Al-Quran secara jelas menjelaskan bagaimana lebah diperintahkan oleh Allah SWT untuk membuat sarang dengan mengambil makanan (getah) dari berbagai spesies tanaman harus terbuat dari madu dan produk lebah lainnya termasuk propolis sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit. Lebah adalah makhluk khusus, ia adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Lebah merupakan salah satu dari sekian banyak contoh yang digambarkan oleh Al-Quran. Allah telah memberikan gambaran melalui makhluk kecil ini. Didalam lebah yang kecil tersebut banyak ditemukan manfaat-manfaat yang secara ilmu pengetahuan sangat berguna. Apa yang Allah rencanakan ,sehingga Allah menggambarkannya melalui lebah.untuk mengetahui lebih lanjut mengenai rahasia – rahasia lebah yang mungkin dapat dinalar oleh indera manusia.

II.   PEMBAHASAN
A.       Pengertian Lebah
Lebah merupakan salah satu di antara tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat memesona yang menunjukkan keagungannya. Para ilmuwan telah menemukan sekitar 12.000 jenis lebah. Sekitar 600 jenis di antaranya hidup secara berkelompok, ssementara sisanya hidup secara individual. Lebah merupakan jeis serangga yang memiliki sistem sosial yang detail dan solid, yang takkan mampu ditiru oleh komunitas sosial manusia yang paling maju sekalipun. Individu-individu lebah hidup secara berkelompok di dalam sarang mereka, seperti komunitas manusia. Setiap kelompok mempunyai tugas tersendiri, seperti kelompok pekerja, kelompok tentara, kelompok pejantan, kelompok petelur.[1]

B.       Tinjauan al-Qur’an tentang Lebah
Di dalam al-Qur’an terdapat satu surah bernama An-Nahl yang berarti lebah. Lebah merupakan serangga yang sangat istimewa. Ia mampu memproduksi makanan yang bergizi dan obat untuk berbagai macam penyakit.
Allah berfirman dalam QS. An-Nahl : 68-69 , yang berbunyi :
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّايَعْرِشُونَ ۞  ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ۞
Artinya : Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”(68) kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan(69)
Kata auha (mewahyukan) pada ayat di atas berarti bahwa Allah telah menciptakan lebah dilengkapi insting atau karakter alamiah yang membuatnya bertingkah laku seperti yang kita lihat.[2]
Sejauh ini kami belum menemukan asbab an-nuzul ayat ini,akan tetapi adanya  hubungan dengan ayat sebelumnya yaitu Q.S  An-Nahl ayat 66 dan 67 yaitu melanjutkan pembahasan yang sebelumnya ,jika ayat sebelumnya menerangkan tentang binatang ternak (susu) dan anggur. Pada ayat ini disebutkan madu. Ibn ‘Asyur menilai bahwa penempatan uraian tentang susu dan perasan buah-buahan secara bergandengan karena keduanya melibatkan tangan guna memperolehnya. Susu diperah dan buah-buahan diperas,berbeda dengan madu yang diperoleh tanpa perasan. Al-Baqa’i berpendapat bahwa karena  pembuktian tentang kekuasaan Allah SWT. Melalui lebah lebih mengagumkan daripada  kedua sumber minuman yang disebut sebelumnya ini,dan karena madu tidak sebanyak kedua minuman sebelumnya.[3]

Tafsir Ayat
Tafsir ayat Q.S. An-Nahl ayat 68 dibagi menjadi tiga bahasan.
Pertama, firman Allah وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”. Sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT didalam hati bisa sebagai permulaan tanpa sebab yang jelas. Hal ini berasal dari (8) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا(7)وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا” dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),(7) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,(8)”( Asy-Syams:7-8).
Diantaranya adalah sesuatu yang diilhamkan kepada binatang ternak .baik itu manfaat,bahayaserta mengendalikan kehidupannya. Ibrahim Al Harbi berkata:Allah memiliki kemampuan pada benda mati yang tidak diketahui hakikatnya. melalui hal tersebut Allah mengenalkan hal itu sebagai ilham.
Tidak ada perbedaan pendapat dikalangan ahli takwil tentang makna ilham tersebut. Sedangkan Yahya bin Watstsab membacanya, إِلَى النَّحْل,dengan fathah pada huruf ha’ Disebut lebah karena dalam dirinya keluar madu.
النَّحْلِ dan النحلة adalah الدبر   yang berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Hingga dikatakan “Raja lebah” Lebah di-mu’annats-kan menurut bahasa hijaz. Dalam hadits Abu Hurairah “Semua lalat masuk ke dalam neraka dan dijadikan azab bagi para penghuni neraka kecuali lebah
Kedua, Firmannya, أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu”.ini berlaku jika tidak ada yang memilikinya. وَمِمَّا يَعْرِشُونَ “dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. Allah menjadikan rumah-rumah  lebah di tiga tempat itu.bisa digunung-gunung,lubang-lubang pohon, dan bangunan yang dibuat oleh manusia.
Ketiga ,Ibnu Al-Arabi berkata,”Diantara yang diciptakan Allah yang paling mencengan dalam surat An-Nahl adalah ketika mengilhamkan  kepada lebah agar membuat rumah yang saling menopang, seakan-akan satu potong saja,Karena bentuk segitiga jika digabungkan masing-masing kepada bentuk semacamnya maka akan menjadi persepuluhan dan tidak berkaitan antara keduanya serta ada celah,kecuali bentuk seperenam jika digabungkan dengan semacamnya maka ia akan bersambung sehingga menjadi seperti satu potongan saja.[4]
Tafsir Q.S. An Nahl ayat 69,firman-Nya ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ  “kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan”.Demikianlah karena engkau makan sari bungan pepohonan. فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا  “dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Maksudnya jalan-jalan Rabbmu. Subul adalah jalan-jalan. Lalu disandarkan kepada kata Tuhanmu karena dia adalah penciptanya.Maksudnya ,masukklah kejalan Rabbmu untuk memohon rezeki digunung-gunung dan sela-sela pepohonan.
1.       يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا  “Dari perut lebah itu keluar”.Pesan ini kembli kepada khabar dalam wujud penyebutan nikmat dan peringatan adanya pelajaran, Sehingga berfirman يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ  ,yang dimaksud adalah “Madu”.Kebanyakan manusia berpendapat bahwa madu keluar dari mulut lebah.sedangkan menurut Al ghaznawi bahwa lebah mengeluarkan madu dari perutnya,karena didalam perutlah makanan diproses.
2.       مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ “yang bermacam-macam warnanya,”. Yang dimaksud adalah macamnya seperti merah, putih, kuning, padat, dan cair.Induknya adalah satu akan tetapi anaknya bermacam-macam,keragaman tersebut sesuai yang dimakannya, sehingga rasanya juga beragam.
3.       فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ  “di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia”.Kta ganti (hi yang berarti nya) kembali kepada madu. Menurut jumhur didalam madu terdapat kesembuhan bagi manusia . Para ulama berbeda pendapat mengenai فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ Apakah berlaku pada umumnya atau tidak ?. Ada yang mengatakan bahwa madu hanya berlaku untuk satu kasus penyakit dan tidak berlaku secara umum hal itu dikarenakan lafal Syifa  dalam bentuk Nakirah ,sehingga tidak ada makna umum(pakar bahasa dan para peneliti),Akan tetapi secara umum  madu sangat banyak manfaatnya dalam segala keadaan dan dari segala macam penyakit. Ini juga merupakan dalil yang menunjukkan bolehnya melakukan penyembuhan dengan minum obat dan lain-lainnya.
4.      إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ  “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. Maksudnya mengambil pelajaran. Diantara ibrah  yang ada pada lebah yaitu dengan cara pandang yang tulus dan penuh kelembutan berfikir berkenaan dengan hal yang sangat menakjubkan semua itu berasal dari Allah.[5]

C.       Pembagian tugas lebah
Lebah-lebah betina pekerja memiliki tugas yang bermacam-macam. Tugas-tugas ini dibagi-bagi berdasarkan umur dan kesanggupan fisik mereka. Dalam keadaan terpaksa, penuh resiko, dan pada musim sulit, lebah betina pekerja tetap mengerjakan tugas mereka.
Ada beberapa di antara mereka yang menjadi pelayan sang ratu yang bertugas membawakan makanan untuknya. Di antara mereka juga ada yang bertugas sebagai penjaga dan perawat bayi. Mereka merawa bayi-bayi lebah dan menyediakan makanan yang sesuai dengan untuk bayi lebah tersebut. Ada juga lebah yang bertugas menyediakan air untuk para penghuni sarang. Selain itu, ada pula lebah yang bertugas mengatur sirkulasi udara di dalam sarang pada musim panas, menghangatkannya pada musim dingin dan melembabkannya pada musim kering. Ada juga lebah yang bertugas membersihkan sarang dan membuat dinding-dindingnya tetap lunak dan bercahaya dengan menggunakan zat tertentu. Ada pula yang bertugas menjaga sarang dari segenap marabahaya. Lebah penjaga ini tidak akan memperbolehkan seekor lebah masuk sebelum ia menyebutkan kata sandi. Jika tidak bisa menyebutkan, lebah itu akan dibunuh. Kata sandi itu sendiri diubah hanya pada saat darurat.
Ada juga lebah yang bertugas membangun sel-sel sarang yang berbentuk heksagon dengan cara unik, yang tidak bisa ditiru oleh para insinyur kelas atas sekalipun. Ada lebah yang bertugas sebagai perintis untuk mencari lokasi bunga. Jika ia telah menemukan lokasi bunga, ia akan kembali ke sarang untuk memberitahukan kepada segenap lebah pekerja dengan tarian unik mengenai lokasi bunga, jaraknya dan arahnya. Tingkat kelincahan tarian tersebut menunjukkan banyak dan sedikitnya bunga di lokasi yang dimaksudkan. Sejumlah besar lebah pekerja lalu pergi menuju lokasi untuk mengambil sari bunga sebagai bahan dassar pembuatan madu. Lokasi bungan itu kadangkala mencapai lebih dari 10 km dari sarang mereka. Walau demikian, mereka tetap bisa kembali ke sarang, dengan cara yang hingga kini belum diketahui manusia.
Lebah merupakan serangga yang paling hebat dalam mengumpulkan, membawa dan menyimpan sari-sari bunga dalam waktu paling singkat dan tenaga paling sedikit. Ia merupakan serangga yang paling baik dalam mengawinkan tumbuh-tumbuhan guna membantu tetumbuhan itu menghasilkan biji-bijian maupun buah-buahan. Lebah akan keluar menuju suatu tempat yang telah ditentukan sebelumnya untuk mengambil sari bunga dari jenis yang telah ditentukan sebelumnya. Yang menarik, tak satu pun penyakit yang ada di tubuh lebah yang berpindah kepada manusia melalui madunya.
Lebah mempunyai kemampuan untuk mengetahui suatu masa yang sulit untuk didefinisikan. Misalnya, mereka mampu mengetahui kapan bunga akan mengeluarkan sari-sarinya, kapan bunga-bunga itu melakukan pembuahan, dan kapan mereka perlu mendatangi bunga-bunga itu pada saat yang tepat.[6]

D.    Penjabaran tubuh lebah
Panjang tubuh lebah madu bevervariasi 1-3 cm, dan terbagi dalam tiga bagian tubuh yaitu ; kepala, dada, perut. Kutipan ayat di atas menekankan bahwa pada seekor lebah betina terdapat “perut-perut” , yang dalam bahasa arab disebut “buthuniha”, dengan kata “ha” mengacu pada lebah betina tunggal. Kalau bentuk jamak “perut” dimaksudkan untuk sekelompok betina, maka kata ganti betina “hunna” akan diimbuhkan pada kata kerja buthuniha. Hal ini menjelaskan perut yang bersegmen pada lebah. Di dalam perut lebah terdapat dua lambung atau tembolok. Ketika lebah mengumpulkan nektar dari bunga, nektar ini disimpan dalam lambung madu untuk dibawa kesarang. Pada bagian belakang lambung terdapat katup yang akan mencegah nektar mengalir ke bagian belakang sistem pencernaan, kecuali sebagian kecil yang digunakan untuk bertahan hidup. Bagian belakang tubuh lebah adalah perut yang terdiri dari segmen-segmen dalam bentuk cincin. Perut lebah berfungsi sebagai laboratorium kimia untuk menghasilkan madu.

E.     Tarian Madu
Pada awal ayat diatas disebutkan kegiatan pengumpulan nektar. Lebah betina tidak hanya menghasilkan madu, tetapi juga bertugas mengumpulkan bahan mentah dari bunga untuk akhirnya diubah menjadi madu. Selama proses pencairan nektar, fenomena yang mengagumkan terjadi.
Lebah yang telah menemukan lokasi nektar, kembali ke sarang untuk memberitahu saudara-saudaranya. Lebah pandu ini melakukan tairan dengan gerakan melingkar atau mengibaskan ekor. Tarian ini tidak hanya memberitahukan bahwa pandu telah menemukan nektar atau serbuk sari dan para pekerja lain harus keluar dan mencarinya, tetapi juga merupakan permainan tebak kata yang mengagumkan untuk menyampaikan informasi akurat kepada lebah lain tentang arah dan jarak dari lokasi yang baru ditemukan.
Terkadang seseorang dewasa normal mengikuti kursus tari selama enam minggu untuk menguasai suatu tarian, sementara seekor lebah yang lama hidupnya hanya enam minggu melakukan suatu tarian sebagai alat komunikasi. Kemampuan lebah memperkirakan jarak untuk pulang ke sarangnya juga sangat mengagumkan. Lebah membuat perhitungan berdasarkan posisi matahari. Posisi matahari berubah satu derajat setiap menit. Lebah yang menemukan lokasi makanan juga menghitung perjalanan pulangnya secepat dan setepat mungkin dengan bantuan matahari. Lebah melakukan ini tanpa kesalahan. Semua perhitungan tersebut dan kemampuan untuk hidup berdampingan secara harmonis dalam sarang ini tidak dapat dijelaskan sebagai suatu kebetulan murni atau dengan pelatihan selama enam minggu. Jadi, kesemuanya sudah tertanam di dalam diri lebah sebagai anugerah dari Sang Pencipta.[7]

F.     Perhatian Lebah Liar terhadap Anaknya
Ada satu jenis lebah liar yang disebut lebah penggali. Disebut demikian karena ia menggali lubang dalam tanah untuk menyimpan larvanya. Lubang tersebut berbentuk melengkung. Bagi serangga ini, membuat lubang yang demikian itu akan mengambil segumpal tanah dengan mulutnya, lalu mengempaskan tanah itu dengan tangan dan kaki depannya.
Lebah jenis ini memiliki kekhususan lain berupa kemampuan untuk menghilangkan jejak. Ia tidak meninggalkan bekas penggalian sama sekali. Ia memindahkan tanah bekas galiannya sedikit demi sedikit ke suatu tempat yang jauh. Ia menyebarkan tanah bekas galian itu ke berbagai tempat sehingga tidak menarik perhatian. Setelah selesai membuat lubang yang cukup luas untuk menampung tubuh lebah, lebah betina segera membuat lubang terusan yang diperkirakan cukup untuk menampung telur dan persediaan makanan. Setelah itu, ia menutup lubang untuk sementara waktu kemudian terbang mencari persediaan makanan.
Lebah jenis ini merupakan spesialis dalam memburu serangga tertentu seperti belalang dan ulat sebagai makanannya. Dalam memburu mangsanya, lebah ini memiliki cara yang tidak biasa. Ia tidak membunuh mangsanya, tetapi membiusnya dengan jarum penyengat yang ia miliki. Lebah ini kemudian membawa mangsanya ke tempat yang aman. Sessampai di tempat yang dituju, ia meletakkan telurnya di atas tubuh mangsa yang masih segar dan terbius itu. Mangsa tesebut merupakan makanan yang cukup bagi larva yang akan keluar dari telur lebah. Setelah induk lebah menyiapkan tempat dan makanan untuk calon bayinya, ia segera menutup pintu masuk lubang menggunakan debu dan kerikil sengan sangat hati-hati. Ia kemudian mengambil baty dan memecahnya dan menggunakan pecahan itu untuk meratakan tempat masuk lubang. Pada tahap akhir, ia mengatur debu yang menutupi pintu masuk lubang sedemikan rupa dengan kaki-kakinya yang bergerigi sehingga sempurnalah upaya untuk menghilangkan jejak lubang.
Dengan demikian, lubang itu kini benar-benar tersamarkan. Namun, lebah ini tidak berhenti sampai di situ saja. Ia pun menggali lubang-lubang palsu di beberapa tempat di dekat lubang yang asli untuk mengelabuhi pemangsa. Adapun makanan (mangsa) yang dipendam di dalam lubang akan mencukupi bagi larva, sejak ia keluar dari telur hingga menjadi serangga sempurna yang mampu keluar dari lubang tersebut untuk melihat dunia luar.
Serangga kecil yang keluar dari telur itu selamanya tidak akan mengenal induknya. Walaupun begitu, si ibu tetap mau menyediakan tempat tinggal yang aman dan makanan yang mencukupi, walau harus menghadapi beragam kesulitan. Semua itu merupakan tindakan yang penuh dengan pengorbanan, keikhlasan, dan kelembutan.[8]

G.    Pengorbanan di Sarang Lebah Madu
Ada beberapa ekor lebah madu yang bertugas menjaga sarang mereka dari masuknya makhluk asing. Maka, setiap makhluk yang membawa bau tidak sesuai ke dalam sarang dianggap sebagai sumber petaka bagi sarang dan larva.
Jika mengetahui ada makhluk asing di depan pintumasuk sarang, para lebah penjaga akan menyerangnya habis-habisan. Suara sayap-sayap lebah penjaga dianggap sebagai dering peringatan mengenai datangnya bahaya bagi segenap penghuni sarang. Para lebah penjaga itu menggunakan jarum penyengat sebagai senjata untuk melawan makhluk asing. Racun yang keluar dari jarum penyengat itu mempunyai bau khas yang akan menyebar kesegenap penjuru sarang dan menjadi semacam tanda adanya bahaya yang menyerang.
Bilamana itu terjadi, seluruh penghuni sarang akan berkumpul di pintu masuk untuk ikut serta memerangi musuh yang mencoba menerobos itu. Apabila lebah penjaga berhasil menyengat musuhnya dengan jarum beracun, bau racun itu menyebar semakin kuat. Semakin kuat bau racun tersebut di dalam sarang, semakin gencar dan sengit pula perlawanan kawanan lebah madu terhadap musuhnya.
Mempertahanan sarang sebenarnya sama dengan mengorbankan diri sendiri. Sebab, jarum penyengat mempunyai ujung yang tajam dan bergerigi seperti duri landak. Mustahil bagi lebah untuk mencabut jarum tersebut dengan mudah setelah ia menancapkannya ke tubuh musuh. Maka, ketika ia hendak terbang, jarum tersebut tetap menancap di tubuh musuh.
Oleh karena itu, lebah tersebut akan menderita luka yang mematikan. Perutnya bisa robek hingga bagian punggung. Di sisi perutnya terdapat kelenjar yang dapat mengeluarkan racun. Ketika lebah itu mengembuskan napas terakhirnya, lebah-lebah lain akan mengambil sisa-sisa racun tersebut dan menuangkannya ke tubuh musuh mereka.[9]

H.    Tinjauan SAINS terhadap Lebah
Dalam kehidupan dan tempat tinggal jenis lebah secara umum dan lebah madu secara khusus terdapat bukti yang paling agung atas kemampuan dan keluasan ilmu Allah SWT melalui keajaiban ilmiah yang dikemukakannya dalam Al-Qur'an Al-Karim.
Berbagai saintis telah mengkaji kehidupan tingkah laku dan tempat lebah madu. Di antara mereka adalah Butler (1954), Snodgrass (1956), Wafa (1963), Root (1974), Abd al-Lathif dan Abu an-Naja (1974), Perusahaan penerbitan Dadant (1975), Crane (1975,1977,1980,1990), Crane dan Graham (1985), al-Hamashi (1979), Morse (1980), al-Bambi (1989), Abd as-Salam (1990) dan al-Hefni (1994).[10]
Menurut Dr. Susan Percival dari Jabatan Nutrisi Manusia dan Sains Makanan, Universiti Florida, Amerika Syarikat, Madu lebah mengandungi berbagai kandungan mineral dan vitamin seperti B6, Thiamin, Miacin, ribotlorina dan asid pontohenic.
Madu juga mengandungi zat-zat seperti kalsium, zat besi, kuprum, magnesium, phosporus, potassium, sodium dan zink. Madu lebah  juga berperanan sebagai antioksida dalam badan manusia yang mampu menghapuskan bahan-bahan radikal yang menjadi penyebab utama kepada penyakit-penyakit kronik. Kajian terkini membuktikan kandungan Madu lebah  yang terdiri dari bahan semulajadi pelbagai gula seperti glukosa dan fruktosa. Ini meningkatkan stamina para atlit, menurut Dr. Susan lagi.
Dalam satu kajian lain, pakar mikrobiologi Amerika, Richard F. Stier mendapati komposisi unik kandungan Madu lebah  juga boleh menjadi agen anti-mikrobial, untuk merawat kulit yang cedera akibat kebakaran atau luka. Ia juga mampu mengelakkan jangkitan berpunca dari bakteria.[11]
III.       KESIMPULAN
Al-Qur’an tidak pernah mencantumkan hal-hal yang salah. Jika saja al-Qur’an adalah hasil imajinasi manusia, mungkin saja akan memuat sekurang-kurangnya satu kepercayaaan keliru. Pembagian tugas para lebah di dalam sarang dan aneka tugas yang mereka lakukan sangatlah rumit untuk dijelaskan disini. Pertukaran udara di dalam sarang, pengaturan kelembapan dan suhu, pemeliharaan kebersihan dan keamanan sarang, pembuatan malam dan propolis (semacam resin yang dikumpulkan lebah dari kuncup tanaman dan digunakan untuk memperkuat sarang serta menutupi retakan dari celah), tarian lebah, perhatian lebah terhadap anaknya, pengorbanan lebah untuk mempertahankan hidup dan lain-lain, sungguh merupakan tugas yang menajubkan. Bagaimana mungkin seekor lebah yang usianya hanya enam pekan mengetahui dan melakukan keterampilan luar biasa ini? Tanpa Pencipta genius, semua kebetulan ini tentu tak terbayangkan. Setiap peneliti perilaku lebah yang sifat-sifatnya tercantum dalam al-Qur’an akan mengamati mahakarya Allah dalam entitas seekor serangga.
IV.       PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca ataupun penulis. Kami telah membuat tugas ini dengan segala keterbatasan kami, kami menyadari bahwa makalah kami masih harus diperbaiki lagi kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan maupun dalam teknis. Atas perhatiannya kami mengucapkan terimakasih. 







DAFTAR PUSTAKA

Ary Nilandari. Miracle Of The Qur’an. Penerbit Mizan: Bandung. 2010
Abd Al-Mun’im AI-Hefni. “Mukjizat Al- Qur’an tentang Lebah dan Madu”. PDF version
Nadiah Thayyarah. Buku Pintar SAINS dalam Al-Quran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah. Penerbit Zaman
Syaikh Imam al Qurthubi. Tafsir al Quethubi. Jakarta: Pustaka Azzam. 2008

Quraish Shihab. Tafsir AL-Misbah: Pesan, Kesan, dan keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati. 2006



[1] Thayyarah, Nadiah, Buku Pintar SAINS dalam Al-Quran Mengerti MukjizatIlmiah Firman Allah, Penerbit Zaman, hlm.579-580
[2]Thayyarah, Nadiah, Buku Pintar SAINS dalam Al-Quran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, Penerbit Zaman, hlm.579
[3] Shihab, Quraish, Tafsir AL-Misbah:Pesan, Kesan, dan keserasian Al-Qur’an, Jakarta: Lentera Hati, 2006 ,hlm.664
[4] Syaikh Imam al Qurthubi,Tafsir al Quethubi(Jakarta:Pustaka Azzam,2008),hlm,332-335
[5] Syaikh Imam al Qurthubi,Tafsir al Quethubi(Jakarta:Pustaka Azzam,2008),hlm,335-347
[6] Thayyarah, Nadiah, Buku Pintar SAINS dalam Al-Quran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, Penerbit Zaman, hlm.584-585
[7] Ary Nilandari, Miracle Of The Qur’an, (Penerbit Mizan : Bandung,2010), hal 174-176
[8] Thayyarah, Nadiah, Buku Pintar SAINS dalam Al-Quran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, Penerbit Zaman, hlm.585-587
[9] Thayyarah, Nadiah, Buku Pintar SAINS dalam Al-Quran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, Penerbit Zaman, hlm.587-588
[10] Abd Al-Mun’im AI-Hefni. “Mukjizat Al- Qur’an tentang Lebah dan Madu”. PDF version. Hal. 2

2 komentar:

Kak di mohon bantuanya mampir ya kak karena disini juga ada kak

http://beessss.wallinside.com/
.

ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat ayo segera bergabung dengan kami di f4n5p0k3r
Promo Fans**poker saat ini :
- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis
Ayo di tunggu apa lagi Segera bergabung ya, di tunggu lo ^.^

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More